Kamis, 19 Juli 2012

BISNIS

Membangun moralitas Bisnis dan Usaha
Apabila kita merenungkan ajaran-ajaran islam mengenai prinsip-prinsip ekonomi dan hukum,kemudian membandingkan dengan dengan aliran ekonomi modern sekarang ini,keadaan yang tidak dapat diingkari adalah bahwa ekonomi islam dalam segala hal tidak dapat dibandingkan dengan aliran-aliran ekonomi ilmiah atau ekonomi praktis dimanapun juga .
untuk itu ada baiknya jika diungkapkan prinsip-prinsip dari ekonomi islam sebagai pijakan kita dalam berbisnis.
Prinsip itu penting kita ungkap agar kita mempunyai patokan ,sehingga tidak cemas oleh perilaku ekonomi global yang terkadang tidak sesuai dengan syariat agama.

ayatullah mahmud taligani (1979) menyebutkan prinsip-prinsip itu antara lain :

  1. islam mengakui setiap orang memiliki apa saja yang diperolehnya melalui bekerja dalam pengertian yang seluas luasnya dan berhak untuk menukarkan haknya itu dalam batas-batas yang telah ditentukan oleh hukum islam.ekonomi islam tidak didasarkan atas kebebasan hak milik perorangan yang tanpa batas,sebagai mana yang dikehendaki oleh paham kapitalisme. juga tidak berdasarkan atas milik bersama yang barang kali merupakan penyimpangan total dari hak milik dan kebebasan perorangan.
  2. bahwa ekonomi islam sangat mementingkan distribusi kekayaan.sebagaimana halnya produksi.artinya setiap orang bebas untuk mengambil manfaat dan mendistribusikan apa saja yang dimilikinya.
  3. ekonomi islam didasarkan atas prinsip kebenaran dan keadilan,
  4. memiki konsep Dia(ALLAH) yang memiliki dunia beserta isinya ,menciptakan manusia dan membekali ilmu untuk mengambil manfaat segala sesuatu yang ada di dalamnya.manusia adalah milik Allah dan sekaligus wakil untuk menjadi khalifah di bumi.
  5. keinginan untuk memperoleh kekayaan demi kepentingan sebagai alat untuk pemuas kebutuhan nafsu dan keserakahan,merupakan akibat dari kerusakan mental,kerusakan batin dan mental inilah penyebab utama untuk mengumpulkan harta sebanyak banyaknya dengan segala macam cara.
kelima prinsip itu apabila dijadikan landasan berbisnis maka kita akan terhindar dari perilaku yang bertentangan dengan Syara' seperti manipulasi,tidak jujur,penipuan ,dll

moral adalah perilaku dan kebiasan yang ditampilkan manusia dalam berinteraksi dengan sesamanya.sebagaimana diketahui paradigma  hidup berkembang pada saat ini terjadi keraguan ketidak tenangan bahwa peradaban manusia mengalami kemunduran akibat

  1. kecemburuan sosial
  2. berkembangnya kecenderungan untuk berpikir praktis sehingga sering mengabaikan nilai-nilai moral dan etika
 untuk itu kita harus memiliki tanggung jawab sosial,boleh mencari keuntungan yang sebesar besarnya tapi harus mengedepankan keadilan antara pemilik usaha,pemodal,pekerja dan sekitarnya.dan sekaligus menunaikan kewajiban sosial .sesuai dengan firman Allah (QS.al-Bakarah:177) artinya:
"Bukanlah menghadapkan wajahmu kearah timur dan barat itu suatu kebajikan,akan tetapi sesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah,hari kemudian,malaikat,kitap Allah,nabi,dan memberikan harta yang dicintainya kepada kerabatnya,anak-anak yatim,orang-orang miskin,musafir,dan orang yang meminta minta,dan memerdekakan hamba sahaya,mendirikan sholat,menunaikan zakat,dan orang-orang yang sabar dalam kesempitan,penderitaan,peperangan.mereka itulah orang orang yang benar(imannya)dan mereka itu orang yang bertakwa."



  1. Tanamkan moralitas dan etika dalam diri kita untuk membangun masa depan yang berperadaban.
  2. Berpikirlah bahwa moralitas bukanlah penghambat dalam mencapai apa yang kita cita-citakan sebaliknya,jadikanlah moralitas sebagai instrumen penting dalam menghadapi perubahan zaman
  3. jadikan rasa tanggung jawab sosial sebagai modal dasar dalam membangun bisnis islami untuk kemudianwujudkan segala sesuatunya dalam pola hubungan yang harmonis,dan terpelihara antara produsen dan konsumen
  4. hindari prilaku eksploitatis terhadap limgkungan,yang bisa berakibat pada keseimbangan ekosistem alam.sebaliknya jadikanlah sumber daya alam sebagai partner bisnis yang saling menguntungkan.
  5. perhatikan dua hal dalam berbisnis:
  • produk harus memenuhi kebutuhan konsumen
  • informasi produk,baik mutu maupun standarnya.harus disampaikan secara jujur dan transparan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar